
SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN VILLA TAHFIZH HIMMATUL QURAN MALINO

SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN VILLA TAHFIZH HIMMATUL QURAN MALINO

Sambutan Pimpinan :
Villa Tahfizh Himmatul Quran adalah lembaga pendidikan pesantren Al-Qur'an yang berikhtiar melahirkan generasi Al-Qur'an yang berakhlak mulia dan beraqidah shohihah. Generasi Al-Qur'an yang berpadu pada dirinya kepribadian dengan 3 kompetensi utama yaitu:Afektif (ruhiyah), Kognitif ( kecerdasan) dan Psikomotorik (ketrampilan dan skill). Ikhtiar itu adalah upaya maksimal yang dilakukan oleh Villa Tahfizh Himmatul Quran dalam meramu dan menerapkan proses pembelajaran dan pembinaan agar melahirkan pribadi santri yang berakhlak, cerdas dan terampil sebagai peserta didik.
Ir. H Muhammad Taufan Djafry, Lc., M.H.I
ARTIKEL

10 Hari yang Paling Dicintai dan Diagungkan Allah
Banyak dari kita tidak mengetahui bahwa Zulhijjah bukan sekedar bulan Qurban saja, melainkan di dalamnya terdapat 10 hari terbaik untuk beramal shalih. Sampai-Sampai Allah bersumpah dengannya, sebagaimana dalam Surah Al Fajr ayat 2, “Demi hari yang kesepuluh.” Ini menunjukkan bahwa hari-hari tersebut mempunyai keagungan, sehingga sering disebut sebagai 10 hari terbaik sepanjang tahun. Terlebih lagi, Ia adalah hari yang tereapat pada salah satu bulan yang Allah agungkan yaitu Zulhijjah, sama seperti bulan haram lainnya, yaitu Zulkaidah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berkata, yang membedakan Zulhijjah dengan bulan yang lain adalah amal shalih lebih Allah cintai dibandingkan jihad fi sabililah diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiuallahu ‘anhuma.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)."
(HR. Bukhari no. 969, Ahmad, dan lainnya).
Nama bulan ini sendiri disebut “Zulhijjah” karena di bulan inilah ibadah haji, satu dari lima rukun Islam lainnya yang ditunaikan, dimana Zulhijjah sejak masa lalu, dikenal memiliki peristiwa penting dan berbagai ibadah yang mempunyai keutamaan besar. Beramal pada bulan Zulhijjah sangat dianjurkan bagi seluruh umat Muslim, bukan hanya yang berhaji saja.
Berikut Adalah beberapa amalan yang dapat kita lakukan pada 10 hari pertama di bulan Zulhijjah:
1. Puasa
Pada hari-hari terbaik ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Sebagaimana Sebagaimana diceritakan dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
2. Memperbanyak Takbir dan Dzikir
Sepanjang bulan Zulhijjah, terlebih di sepuluh hari pertama, umat Islam dianjurkan melipatgandakan dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil. Hal ini merupakan bentuk sederhana namun bermakna utuk mengisi hari-hari di awal Zulhijjah dengan perbuatan yang dicintai Allah.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan” (QS. Al Hajj: 28). ‘Ayyam ma’lumaat’ menurut salah satu penafsiran adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pendapat ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama di antaranya Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Al Hasan Al Bashri, ‘Atho’, Mujahid, ‘Ikrimah, Qotadah dan An Nakho’i, termasuk pula pendapat Abu Hanifah, Imam Asy Syafi’i dan Imam Ahmad (pendapat yang masyhur dari beliau). Lihat perkataan Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathoif Al Ma’arif, hal. 462 dan 471.
3. Menunaikan Haji
Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu, baik secara fisik, ilmu, keamanan perjalanan, maupun biaya. Haji dilaksanakan di Tanah Suci Makkah pada bulan Dzulhijjah. Allah Ta’ala berfirman, “(Musim) haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah dia berkata kotor, berbuat maksiat, dan berbantah-bantahan dalam melakukan haji…” (Q.S Al-Baqarah ayat 197)
4. Memperbanyak amal saleh
Momentum terbaik ini menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih pahala yang berlipat ganda di sisi Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada amal saleh pada sepuluh hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (H.R. Bukhari no. 969)
5. Berkurban
Adanya amalan seperti berkurban dan sedekah, menjadi bukti kecintaan kita kepada Allah dengan mengeluarkan pemberian terbaik dari sisi harta yang kita miliki. Hal ini menjadi salah satu bentuk ketakwaan kita, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Hajj, “Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian...”
6. Beraubat
Bertaubat pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena hari-hari tersebut termasuk waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى. Taubat adalah langkah awal untuk membersihkan hati, memohon ampunan, dan memperbaiki diri agar amal ibadah lebih diterima. Allah Ta’ala berfirman, “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).
Karena itu, hari-hari mulia ini menjadi kesempatan terbaik untuk kembali kepada Allah dan memulai perubahan diri menuju ketakwaan yang lebih baik.
Kedatangan Zulhijjah memang setiap tahun. Tapi, apakah kedatangannya disambut oleh semua manusia? Adakah yang yakin akan ada tahun depan untuk setiap orang? Maka dari itu, mari kita isi hari-hari terbaik ini dengan memperbanyak keutamaannya agar tidak ada penyesalan seperti di tahun-tahun sebelumnya yang telah di sia-siakan. Bukan sebaliknya, mengisi hari-hari terbaik tersebut dengan sesuatu yang Allah haram.
Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya...

Dari Qurban, Kita Belajar Keikhlasan dan Kepedulian
Ibadah qurban merupakan salah satu syariat agung dalam Islam yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial. Ia bukan sekadar menyembelih hewan pada hari tertentu, tetapi menjadi simbol ketaatan total kepada Allah serta bentuk nyata pengorbanan seorang hamba. Dalam sejarahnya, qurban berkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam, yang menunjukkan puncak keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam syariat qurban yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik.
Keikhlasan menjadi pelajaran utama dari ibadah qurban. Allah menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan, melainkan ketakwaan hamba-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37). Ayat ini menegaskan bahwa nilai qurban terletak pada niat yang tulus dan hati yang bersih dalam beribadah, bukan pada besar atau kecilnya hewan yang disembelih. Dengan demikian, qurban melatih seorang Muslim untuk beribadah semata-mata karena Allah, tanpa riya’ dan tanpa mengharap pujian manusia.
Selain keikhlasan, qurban juga mengajarkan kepedulian sosial yang tinggi. Daging qurban tidak hanya dinikmati oleh orang yang berqurban, tetapi juga dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. Rasulullah ﷺ bersabda: "Makanlah sebagian darinya, simpanlah, dan sedekahkanlah." (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa qurban adalah sarana untuk berbagi kebahagiaan, mempererat ukhuwah, dan mengurangi kesenjangan sosial. Melalui qurban, umat Islam diajak untuk merasakan empati terhadap sesama, terutama mereka yang jarang menikmati makanan yang layak.
Lebih jauh, qurban juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. Kemampuan untuk berqurban adalah karunia yang patut disyukuri, karena tidak semua orang diberi kelapangan rezeki. Dengan berqurban, seorang Muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwanya dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Oleh karena itu, ibadah qurban sejatinya adalah perpaduan antara hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.
Dengan memahami makna qurban secara mendalam, diharapkan setiap Muslim tidak hanya melaksanakannya sebagai ritual tahunan, tetapi juga menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Keikhlasan dalam beribadah dan kepedulian terhadap sesama adalah dua pilar utama yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, semangat qurban tidak berhenti pada hari raya saja, tetapi terus hidup dalam setiap aspek kehidupan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan kasih sayang kepada sesama.
Baca Selengkapnya...

Bulan Zulkaidah: Waktu Istimewa untuk Meningkatkan Amal Ibadah
Marhaban ya Zulkiadah, bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) atau mulia yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada Bulan ini umat islam dilarang berbuat kezaliman dan disuruh untuk meningkatkan amalan-amalan shaleh mereka seperti disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (سورة التوبة
Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.”
Salah satu keistimewaan bulan ini adalah ia termasuk salah satu di antara ketiga bulan haji yaitu Syawal, Zulkaidah, dan juga sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Selain itu Zulkaidah inilah Rasullah Saw Senantiasa berumroh. Sahabat Anas bin Malik Radiallahu’anhu meriwayatkan:
اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري)
Artinya: “Rasulullah saw. berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqadah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji.” (HR. al-Bukhari).
Seperti pada bulan haram lainnya, bulan ini juga terdadapat larangan untuk melakukan perbuatan haram yang sangat di tekankan daripada bulan-bulan yang lainnya karena sangat kedudukannya yang sangat mulia, dan juga terdapat anjuran yang sangat ditekankan untuk amalan keaatan. Di antara amalan-amalan dapat kita lakukan untuk mengisi hari-hari kita di bulan Zulkaidah, yaitu:
Yang pertama, Memperbanyak Puasa Sunnah. Hal ini sangat dianjurkan seperti puasa senin-kamis,dan Ayyamul Bidh(13, 14, 15 Zulkaidah). Apalagi di bulan haram ini melakukan puasa pasti memiliki pahala yang istimewa.
Yang Kedua, Meningkatkan Sedekah dan Kebaikan. Memperbanyak amalan kebaikan kita,sedekah,serta berwakaf karena setiap kebaikan kita akan dilipatgandakan pahalanya.
Yang Ketiga, Menjaga Diri Dari Maksiat dan Konflik. Menghindari perbuatan seperti berkonflik,berbuat zhalim, dan bertengkar, dikarnakan berbuat dosa di bulan ini dianggap sangat berat lebih dari biasannya.
Yang Keempat, Zikir dan Taubat. Mengucapkan istighfar dan zikir untuk membersikan diri kita dari dosa-dosa sebelum kita memasuki bulan-bulan haji.
Yang Kelima, Mempersiapkan Ibadah Qurban/Haji. Merencanakan dan mempersiapkan diri akan kebutuhan tersebut. Seperti dana dan ilmu untuk berkurban ataupun berumrah, karena Dzulqa’dah adalah momen atau persiapan kita menuju bulan Dzulhijjah.
Yang Terakhir, melaksanakan umrah. Berumrah pada bulan Dzulqa’dah ini sangat disunnahkan, mencontoh Rasulullah SAW yang melakukan umrah pada bulan ini yang bahkan dimana Rasulullah melakukan ya sebanyak 4 kali.
Dengan semua amalan-amalan ini diharapkan, kita semua bisa memaksimalkan waktu kita untuk mendapatkan pahala yang sangat banyak pada bulan yang insya allah diberkahi dan disucikan ini.
Baca Selengkapnya...
KEGIATAN

Dari Pesantren ke Arena Juara: Santri VTHQ Malino Raih Prestasi Nasional di CSC 2026
Malino - Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, kabar membanggakan kembali datang dari santri-santri Pondok Pesantren Villa Tahfizh Himmatul Qur'an Malino. Dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Celebes Silat Championship (CSC) 2026 yang berlangsung pada tanggal 8–10 Mei 2026 di GOR Sudiang, para santri berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai kategori pertandingan.
Kejuaraan tingkat nasional tersebut diikuti oleh ratusan atlet pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari kategori usia dini hingga dewasa. CSC 2026 menjadi salah satu ajang bergengsi dalam pembinaan atlet muda pencak silat yang tidak hanya menonjolkan kemampuan teknik bertanding, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas, disiplin, dan mental juara. Pertandingan dilaksanakan selama tiga hari penuh di GOR Sudiang Makassar dengan sistem penilaian resmi dan didukung wasit-juri berlisensi.
Dalam kejuaraan tersebut, santri Villa Tahfizh Himmatul Qur’an Malino berhasil mengukir prestasi sebagai berikut:
Rayhanul Firdaus Rusli — Medali Emas (Kelas H Remaja) Andi Ahmad Zayyan Dhoifullah — Medali Emas (Kelas K Pra Remaja) Zafran Rasydan Aksaha — Medali Emas (Kelas B Pra Remaja) Fathur Aflah Adz-Dzaki — Medali Perak (Kelas H Pra Remaja) Putra Darmawalidaen — Medali Perak (Kelas C Pra Remaja) Muh. Rayyan Rizqullah Putra Zul — Medali Perunggu (Kelas I Remaja) Muh. Akmal Zainul Muttaqin — Medali Perunggu (Kelas L Remaja) Muh. Dazki Khaizuran Sahril — Medali Perunggu (Kelas C Remaja)
Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mampu unggul dalam hafalan Al-Qur’an dan pendidikan karakter, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan pengembangan bakat. Keikutsertaan para santri dalam ajang nasional ini merupakan bagian dari pembinaan pesantren dalam mencetak generasi muslim yang kuat secara spiritual, intelektual, dan fisik.
Pimpinan dan seluruh civitas pesantren menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada para santri yang telah berjuang dengan penuh semangat dan dedikasi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pelatih, pembina, serta orang tua santri yang terus memberikan dukungan dan doa terbaik.
Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan potensi diri, menjaga akhlak, serta menjadi generasi yang mampu mengharumkan nama Islam, keluarga, dan bangsa di masa yang akan datang.
Baca Selengkapnya...

Guru VTHQ Gelar Sharing Session, Perkuat Praktik dan Metode Pembelajaran di Kelas
Malino — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, para guru di lingkungan Pondok Pesantren Villa Tahfizh Himmatul Qur’an (VTHQ) menggelar kegiatan Sharing Session dengan tema “Berbagi Praktik dan Metode Pembelajaran di Kelas”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Zulkaidah 1447 H bertepatan dengan 5 Mei 2026, pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat (Gedung Merah VTHQ).
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Ahmad Khidir, Lc. (Mapel Diniyah) dan Ilham Aksan, S.Mat. (Mapel Umum). Keduanya berbagi pengalaman, strategi, serta pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan di kelas, baik dalam konteks pembelajaran diniyah maupun umum. Materi yang disampaikan berfokus pada praktik nyata yang relevan dan dapat langsung diadaptasi oleh para guru.
Dalam suasana yang interaktif, para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif berdiskusi, bertanya, serta saling bertukar pengalaman. Hal ini menciptakan ruang kolaboratif yang mendorong para guru untuk terus berkembang dan berinovasi dalam proses mengajar.
Kegiatan ini dilandasi semangat bahwa setiap guru memiliki cerita dan pengalaman berharga yang dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya. Melalui sharing session ini, diharapkan terbangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan, sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih efektif, kreatif, dan bermakna.
Baca Selengkapnya...
Dari Syar'i Net Class, Wujudkan Santri yang Bijak dalam Bermedia Sosial
Malino - Dalam rangka meningkatkan kesadaran santri dalam menggunakan sosial media, OSIS divisi Publikasi Dokumentasi (Pubdok) SMA IT VTHQ menggelar kegiatan Syar’i Net Class, yang bertujuan untuk mengedukasi para santri agar lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang rapat pada hari Ahad, 26 April 2026. dimulai pukul 09.00 WITA dengan diikuti oleh 22 santri yang berpatisipasi dalam acara tersebut.
Acara tersebut dibimbing langsung oleh moderator yaitu Muhammad Nasrun, santri kelas 11 Villa Tahfiz Himmatul Qur’an (VTHQ), kemudian dilanjutkan penyampaian oleh pemateri oleh ust Andi Muhammad Rizki,S,Sos. Selaku Staf Bidang infokom, dan juga sebagai Kepala Perpustakaan VTHQ. Kegiatan mengangkat tema "Bijak Bermedia, Hindari Drama, Perluas Cakrawala" tersebut berlangsung secara menyenangkan dan memotivasi bagi para peserta.
Dalam pemaparannya, pemateri menyampaikan kepada para santri tentang signifikasi dari penggunaan sosial media pada anak-anak dan remaja 16 tahun ke bawah. Ia berkata, “tingkat konsentrasi anak-anak dibawah umur 16 tahun menurun, disebabkan terlalu sering scrolling sosial media, seperti tiktok, instagram, dan youtube”. Hal ini berdampak pada kualitas pembelajaran, adab, dan etika sehari-hari mereka. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, tentu diharapkan agar Santri lebih bijak dalam menggunakan sosial media, memanfaatkannya untuk hal-hal yang dapat menambah, pengetahuan, skill, dan karakter mereka untuk masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab peserta-pemateri dan foto bersama.
Baca Selengkapnya...
Program Unggulan
Simaan Akbar
Study Club
Daurah Takhassus
Bakti Sosial
Simaan Pekanan
Tarbiyah
Safari Ramadhan
Porsani
Ekstrakulikuler
Rihlah Akbar
Musabaqah Hifzhil Quran
Konsultasi Syariah
GALERY KEGIATAN
INFORMASI PESERTA DIDIK
SMP: 149 Orang
SMA: 89 Orang
ALUMNI: 189 Orang
APA KATA MEREKA ?

Tokoh Internasional
Villa tahfizh Himmatul Qur'an Malino merupakan pondok tahfizh yang sangat indah dan sejuk serta mempunyai manhaj yang baik, bahkan orang Malaysia pun saya sarankan untuk bisa menempuh pendidikan di tempat ini.
Prof. Dato' Arif Perkasa Dr. Mohd Asri bin Zainul Abidin
(Mufti Perlish - Malaysia)

Orang Tua Santri
Pondok tahfizh yang berada di pegunungan dengan udara yang sejuk tentunya menunjang para santri dalam menunjang aktivitas belajar, menghafal, serta berolahraga. Selain itu, metode pembelajaran yang sudah sangat baik, dimana telah dipadukan dengan kegiatan ekskul sehingga santri juga dapat menyalurkan potensi dan bakatnya. Pendampingan dan komunikasi yang diterapkan juga sangat baik.
H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.
(Bupati Maros - Orang tua santri VTHQ)

Alumni VTHQ
Saya belajar banyak tentang agama, karakter, dan menghormati perbedaan. Di VTHQ kami belajar bersama, saling mendukung, dan membentuk ikatan persaudaraan yang erat sesama santri walaupun dari daerah yang berbeda beda.
Imam Manggarai Samman
(Alumni VTHQ Tahun 2020)

MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI DEMI MEWUJUDKAN GENERASI QUR'ANI PENERUS AGAMA DAN BANGSA
Assalamu'alaikum sahabat Qur'an...
Villa Tahfizh Himmatul Quran Malino kembali membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Wustha (SMP) dan SMA.